Minggu, 22 April 2012

TERPANA

Cahaya pagi menyengat dahsyat
Menusuk celah gubug tua
Aku tertatih tanpa sua suara
Menyapa senyum akan kelam malam
Ku terkuak dalam mimpi malam tanpa aksara

Tertatih meraih angan tak pasti
Mengalun merdu pagi memekakkan telinga
Aku terhuyung sendiri pagi
Menguak kisah tanpa arti ini
Sunyi sepi menemani tiada henti
Aku tersungkur jatuh dalam

Terpana aku akan sosok itu
Disana dia menyaksikanku
Tanpa sua dan bayang menyatu
kelam menjadi peraduan abadinya
Terpana! tak mampu menguak aksara

Kini diriku terpaku sudut
Terpana akan hadirnya sampingku
Menjelajah jiwa melayang
Meraungi samudra hidup
Terpana tanpa busa sahaya
Tertatih letih terpana suam

Terpana tiada henti
Tanpa mampu menyongsong sosok abstrak
Terpana selam kerinduan mendalam

Mojokerto, 22 April 2012

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates