Senin, 23 April 2012

AIR

Dalam hening dan sunyi, suaranya begitu tenang dan menyejukkan tiada tara. Kau selalu setia disetiap roda kehidupan dunia yang tiada henti. Setiap detik, aku sangat bermanfaat dan sangat berguna untuk insan yang bergerak maupun mati. Kau seperti jiwa raga yang tak mampu tergoyahkan oleh kehidupan yang ada disekitarmu selama ini. Kau begitu hebat, kehidupan yang adapun sangat terkalahkan akan hadirnya dirimu, air. Air yang begitu tenang dan bersahaja, namun akan menghanyutkan apabila tersentuh oleh lolongan insan jiwa raga yang terajmah dahsyat keras dan badai.

Air, kau selalu menjamah semua kehidupan yang berputar seperti bola ini tanpa terkecuali sedikitpun dan tanpa terlewatkan, walau celah kecil tersembunyi dan sempit sekalipun. Aku pun terhuyung keras, ketika kau menghilang dari kehidupanku, walalu hanya sedetik saja. Air kau selalu mengalir tanpa pernah emngeluh utnuk berhenti dari aktivitasmu selama ini. Celah-celah sempit tanpa ada ruang untuk bernafas, kau lalui dengan nyaman dan indah tanpa perlu bersusah payah menyapu jiwa-jiwa kering dan gersang ini. Wouw...jiwa gersang dan kering! tanpa tersadarkan oleh siapapun dan dimanapun semua berada. jadi bergidik sendiri apabila kata gersang dan kering menjadi terngiang-ngiang dalam memoryku ini.

Air...kau tak pernah marah yang lebih dahsyat gempa gelombang tiada tara, kehidupanlah yang mampu membuatmu dahsyat gelombang gempa karena ulah lolongan jiwa-jiwa bencana dalam hati kehidupan.
Air...kau mampu menenangkan jiwa-jiwa gersang dan kering hanya dengan sekali basuhan saja, membawa ketenangan bagi jiwa-jiwa kesepian, sunyi dan hampa selama ini.
Air...kau selalu menyelami kehidupan dari kehidupan yang kecil hingga ke perantauan yang begitu besar dan luas. Kau mampu membeku dalam kehidupan diujung malam tanpa diminta sedikitpun oleh siapapun.

Air...kau begitu bening dan bersih, tanpa ada campuran sedikitpun. Namun di tempat lain, kau menjadi bermacam dan beragam warna, ntah ada campuran zat kimia maupun alami warna airmu itu. Kondisi disekelilingmulah yang  mampu membuat warna airmu berubah. Ternyata, lingkungan sangat begitu berarti air walalu kau tak pernah meminta dan disetujui oleh siapapun.
Air...adakah rindu terdalam untuk pergi dari kehidupan lolongan jiwa-jiwa terpatri ini? Jangan! kau jangan pergi air...apabila kau pergi, kemanakh aku akan tenang menjalani kehidupan ini. Ketenangan yang mampu menyejukkan dan mengalir merdu melalui alunan mata yang begitu perih dan senyap ini, hingga mampu diterima oleh sinyal-sinyal memory menuju pikiran yang turun ke hati secara perlahan namun pasti, tanpa ada cacat dan celah akan benang-benang kusut kehidupan.

Air mengalirlah apa adanya, tanap mampu tergoyah akan lolongan jiwa-jiwa tak berdaya tanpa sua dan aksara jaln garis kehidupan.
Air...aku ingin kau selalu bersamaku dalam kelam gulita malam.
Air tetaplah semangat untuk emnolong jiwa-jiwa sunyi, sepi dan senyap.
Air... tetaplah menjadi air yang terus mengalir tanpa meronta pada jiwa kering dan gersangnya kehidupan.
Air...jadilah jiwa raga yang penuh arti dalam kehidupan suka duka dunia putaran tiada henti ini.
 Air...kaulah segalanya tiada henti dan terpatri tanpa batas.
Air...ketenanganmumenyejukkanku dalam cahaya celah tersembunyi.
Air...kau adalah segala-galanya.


Mojokerto, 22 April 2012

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates