Senin, 23 April 2012

EMOSI, PIKIRAN DAN HATI (IMAJINASI)

Gelombang dahsyat menggempar menghempas bumi menjadi bencana dahsyat tak terkira oleh akal logika manusia. Semua menjadi campur aduk tanpa pernah dapat mengontrol diri dalam kejadian seperti itu. Emosi yang begitu meluap siap meletus dalam larva gunung berapi yang akan mencair dalam sekejap yang telah penuh. Ya, seperti manusia yang mudah sekali untuk meluapkan emosi dimanapun tanpa mampu terkontrol oleh diri sendiri. Emosi yang seperti gunung merapi akan memberikan dampak negathive ke siapapun yang mendekatinya. Apakah dampak poshitivenya? Tidak ada alias nihil, semua orang akan kita, tanpa kita mampu untuk mengontrolnya seperti alat di sebuah rumahsakit yang digunakan untuk mengontrol pasiennya yang sakit dan membutuhkan pertolongan bertangan dingin dan bersahaja selama ini.

Dalam berbagai hal setiap kehidupan, pasti setiap insan memiliki daya pola tangkap pikir yang berbeda dalam menjalani kehidupan ini. Kehidupan yang banyak macamnya, seperti tumbuhan yang memiliki bermacam-macam warna, bentuk, karakter yang dapat memberikan aroma harum, bagi mereka yang dapat berpikir untuk menusuk semua ke dalam memory sudut telinga tanpa terkecuali. Pikiran manusia menjadi sajian yang berarti dalam roda aktivitas dunia tiada henti. Roda pedatipun tak akan mampu bergerak apabila tidak ada manusia yang emngendalikannya. Sama seperti pikiran manusia tak akan mampu berjalan apabila tidak ada Allah SWT yang emberikan skenario kehidupan fana ini.

Aliran listrik tak akan mampu teraliri tanpa ada kabel pusat yang berperan besar dalam pencahayaan dan kebutuhan manusia sehari-hari. Aliran listrik kabel ini adalah hati yang selalu dimiliki noleh jiwa-jiwa yang hidup dan mampu untuk mengenali diri mereka sendiri. Hati ini ternyata lebih berperan besar disetiap raga-raga kehidupan atas skenario yang harus dijalani semua insan yang hidup. Hati...menjadi sebuah boomerang yang mampu menyeruak dalam diri insan hidup. Hati yang mampu memberikan zat cinta pada jiwa dan raga yang harus bersatu apdu.

Kini semua rangkaian yang merupakan emosi, pikiran dan hati telah tersambung kabel-kabel kecil urat-urat saraf pada tubuh manusia. Ya urat-urat saraf nadi kehidupan yang mampu menyambungnya menjadi sebuah imajinasi tiada batas. Imajinasi yang mampu terukir dari hal paling sederhana hingga hal yang paling sulit sekalipun. Emosi, pikiran dan hati adalah hal paling penting yang harus mampu untuk dikontrol oleh pemilik dan pelaku yang menjalankan dirinya sendiri selama ini. Apabila salah satu rangkaian tak mampu dikontrol, maka rangkaian-rangkaian yang alin akan menjadi boomerang dahsyat gelombang samudra tsunami tiada tara dalam hidupnya.

Imajinasi mampu mengalir selancar listrik kecil dalm cahaya rembulan, dapat menyatukan emosi, pikiran dan hati dengan remote control yang baik berupa ikhtiar, tawakkal, doa dan usaha. Semua hal tersebut sangat berkesinambungan menjadi control panel yang begitu penting dan berarti pada layar komputer kita. Halah...apa ini coba yang aku tuliskan di sini? Terdengar bodoh dan aneh ternyata semua ini hehehe....

Namun inilah kenyataan yang mampu melahirkan imajinasi karya, yang dipandang sudut mata hati adalah tak penting dan tak berguna sama sekali. Imajinasi ini berawal dari emosi, pikiran dan hati yang menyatu bersatu padu untuk bekerjasama dalam aliran, langsung menghasilkan imajinasi yang mengalir seperti air hingga menjadi obat dahsyat tiada tara, yang menandingi obat dari dokter-dokter ternama di rumahsakit. Ayo imajinasi, kita bermain lagi agar emosi, pikiran dan hati mampu dalam keseimbangan dan ketenangan, agar karya bisa tertuliskan tanpa ada salah satu yang tersendat kerikil tajam. Wah, kalo salah satu ada yang tersendat, ntar kamu ngambek lama ini imjinasi dalam menulis karya. Susah dah ntar obat yang harus dicari ama kamu imajinasi, hehehe....

Mojokerto, 22 April 2012

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates