Jumat, 04 Mei 2012

Senyuman kecil tuch tak mampu untuk aku pertahankan lagi, kau telah emngubah duniaku yang selama ini kelam gelap sunyi tanpa mampu untuk aku pertahankan lagi, namun kehadiranmu telah mampu mengubah dunia gelap ini menjadi senyuman yang begitu berarti dan mampu untuk diraih dengan usaha yang pasti dan bermanfaat. gadis kecil berusia 1 tahun 8 bulan ini telah mampu menyulap sangkar emas gelap keabadian menjadi sangkar emas cahaya keabadian yang menyihir semua orang ada di sekitarnya. Aku hanya mampu menyayat lukaku dengan kehadiran cinta yang kau berikan pada semua orang, gadis kecil yang maaasih anak-anak ini adlah anugrah yang tak mampu utnuk aku berikan pada orang tuaku selama ini, dia adalah sajian atas sebuah kesabaran meraih kebahagiaan yang tak pernah aku kira selama ini, Ayah dan ibu dia adalah cucu pertama kalian yang tidak dapat lagi kalian lihat di dunia ini. Kalian hanya mampu melihatnya di alam fana sana untuk selamanya, cucumu selalu saja menanyakan kalian selama ini Ayah dan Ibu, namun aku tak mampu untuk mengatakan padanya apa yang terjadi selama ini sesungguhnya. Dia adalah cucu yang hampir sama dengan ibu selama di dunia ini, sifatnya yang begitu bersahaja dan dermawan menurun dari ibu yang selalu sabar emnghadapi orang-orang tidak berperikemanuasiaan di dunia ini selama ini. Cucumu mampu menyatukan keluarga yang selama ini terpecah belah ayah dan ibu,  dia selalu membuat orang yang bertemu akan tertawa akan tingkahnya, dia udah bisa bicara dan mengaji, dia juga mampu menirukan tingkah laku orang-orang yang ada di sekitarnya  tanpa pernah di ajari. imajinasinya juga begitu tinggi, semoga Ayah dan Ibu senang ya disana bisa melihat cucu pertama yang mampu mengalihkan dunia kelamku selama ini ^_^.

Setiap hembusan ini, kau begitu menyuguhkannya hingga menjelma dalam alunan memory yang tak mampu ku raih dalam sekejap jiwa, mengais gelombang samudra tiada tara dalm keheningan senja jingga.

Rindu nie semakin kelam, aku tak mampu mengasah memoryku yang udah terpatri hanya untukmu seorang. 

Wahai kau yang di sana, mampukah merasakan rindu tajamku ini? Aku di sini masih setia untukmu, agar qt mampu merajut benang kusut menjadi sulaman kanvas yang begitu abstrak imajinasi.

Angan mimpi nie adalah buaian sahaja jiwamu yang mampu menyanggah lukaku selama nie, aku tertatih menyentuh ragamu yang mengalun merdu mataku selama nie. ^_^

Malam tak mampu ku raih, pagi senja menjelma jiwa ini, aku terbuai alunan pandang dirimu, meronta-ronta pelangi mata ini, memory menari lembayung lunglai kehidupan abadi, aku tertatih mengenal cinta semu tiada tara.

Duhai cinta kabar apa yang kau beri untukku? Aku ingin senyumnya menusuk relung-relung ragaku, agar aku mampu terbuai mimpi samudra karang cintanya yang begitu dahsyat menggelombang asmara jiwa nie, cinta.

Mentari menyusup dari peraduan kelam menyongsong hidup senyum cahaya, kicauan silih berganti mendendang mata menyeruak mimpi bintang malam menggema sayatan memory mengasah telinga mengadu merdu harum embun sirna pagi menjelang ^_^

Sayup sayup menyeruak embun pagi, perlahan menusuk mata memaki telinga menikam memoryku tanpa mampu berkompromi, beranjak dan berkasih sayang kepada Sang Illahi Robbi ^_^

Awan kelam mengembun, meneteskan perlahan ke pijakan bumi tanpa persetujuan siapapun, perlahan menyanyat&merobek awan tanpa ampun pasti, siap2 kelam hanyut sayu menyapa ruang sangkar gelap keabadian tanpa celah sedikitpun. ^_^

Senyuman kecilmu mengalihkan duniaku yang remang-remang selama nie tanpa seorangpun mendampingiku

Semangat y, mimpimu msh panjang untuk kau raih skrg, butuh perjuangan ekstra mendapatkan hasil yang kau inginkan.
*edisi mencambuk&memarahi diri sendiri ;)

terpaku dalam kebisuan yang mendalam tanpa sanubari jiwa menyelidiki raga yang tertatih dalam samudra hidup keabadian ^_^

Malam menjelang pagi nie, tak seperti biasanya kamu pulang untuk beristrht di gubug tua sangkar emas kelam keabadian, walau aku tau bahwa nie bukanlah dirimu yang selama nie, ada apa kamu pulang? Masihkah kamu menganggap aku ada di sini?

perjuanganmu akan dimulai malam ini kawan, ayooooooooo semangat menghadapi semua impian dan anganmu kawan.........
jangan sia-siakan kesempatan ini kawan, kau harus menunjukkan bahwa kau adalah orang yang pantang menyerah ^_^ Sparkling HeartZilian Zahra Arjawani dan Mas Abu Waswas

Aku tenggelam dalam mengarungi samudra kehidupan, menguap uap di kedalaman laut paling tinggi, tertatih menarik dan mengayuhkan tenaga yang hampir tenggelam, mengganggu hangatnya syahdu memory terpatry, mengais nadi-nadi mengalir dahsyat menyengat hati ini selamaya.

Embun di ujung pelipis mengalir tanpa pernah diminta sdikitpun saat nie, mengoyak sayatan belati tanpa mampu terukir indah dalam buaian angan tak terkesima aroma menyengat sangkar emas gelap keabadian, tertatih menyongsong jiwa terkulai hempasan gelombang dahsyat lembaian gelombang samudra.

Sinar matahari menyayat mata yg udah perih sekali ini >,<

tersungkur dalam senja tanpa makna, mengoyak jiwa tertatih sukma belaka, mengusap ejaan di setiap helaan raga, hempasan mengasuh mata dalam sekejap, menyusuri duri dengan lihainya memory terpatri mengasah belati hati tanpa perih berarti, memporak porandakan jembatan karang angin yang tersimpan rapi... -with Sparkling HeartZilian Zahra Arjawani dan Mas Abu Waswas

tersungkur dalam senja tanpa makna, mengoyak jiwa tertatih sukma belaka, mengusap ejaan di setiap helaan raga, hempasan mengasuh mata dalam sekejap, menyusuri duri dengan lihainya memory terpatri mengasah belati hati tanpa perih berarti, memporak porandakan jembatan karang angin yang tersimpan rapi... -with Sparkling HeartZilian Zahra Arjawani dan Mas Abu Waswas

Tak mampu kurangkai kata dalam balutan semumu yang sangat dalam, hiasan corak yang begitu setara dengan abadinya jiwa, torehkan sukma lembayung yang sangat rancu, menguap tanpa mampu menerjang ombak, ku terseungkur dasar lautan tanpa pasir, mengolah dunia menjadi sebuah kesusatraan tanpa ejaan, kicauan merdu mnedayu angan angin.

Rindu mengelabu angan kelam kehidupan
Kelopak mawar mengharum lembut mata
Duri menusuk relung jiwa tiada henti
Tafakur menguasai raga ini pada Sang Illahi Robbi


Template by:
Free Blog Templates