Senin, 09 April 2012

MENGENAL CINTA PERTAMA


Masa-masa SMA adalah masa dimana Mila selalu menjadi ejekan teman-temannya. ketika teman-teman sudah memiliki pacar yang setia, kemana pun selalu berdua dan dunia hanya milik mereka berdua. Karena Mila masih belum berpikiran untuk pacaran dan hanya ingin belajar dan memperbanyak teman saja.
Hingga suatu hari yang cerah di sudut gang rumah, tiba-tiba ada sesosok makhluk yang berhasil mengalihkan perhatian Mila, ketika Mila sedang asyik membersihkan halaman rumah. Tiap hari, sosok tersebut selalu lewat depan rumah, selidik punya selidik, ternyata dia adalah salah satu pegawai penjual gorengan, yang pemiliknya sudah lama menetap dan transmigrasi ke kota, tempat Mila tinggal. Wajah cuek nan teduh namun damai, telah berhasil mencuri hati Mila secara diam-diam. Setiap melihat sosok tersebut, hati dan perasaan Mila terasa berdebar-debar tiada henti, sosok itu adalah cowok, yang bernama Arip.
Perasaan, hati dan pikiran pun menjadi gak karuan, segala yang dikerjakan, tidak pernah tenang begitu melihat Arip. Walaupun Mila masih tidak diperbolehkan pacaran sama orang tuanya, namun Mila tidak bisa membohongi perasaannya, bahwa Mila mulai suka dengan Arip, melalui teman-temannya, yang selalu berusah mencomblangkan Mila dengan Dia. Walaupun ada rasa yang tidak dapat dikatakan, namun Mila berusaha menyembunyikan rasa itu dan tetap memikirkan sekolah. Hari demi hari Mila lalui, namun wajah teduh nan cuek, selalu mengganggu pikiran dan perasaan Mila, hingga akhirnya, Mila pun mulai sering main ke tempat kost Arip dengan temannya.
Euhm…………..rasa suka yang berkembang menjadi cinta, tengah bersemi dalam diri remaja putri, yang sedang berkembang dengan istilah trend jaman sekarang “Mabuk Cinta”. Masa-masa puber mengenal cinta, benar-benar baru terasa oleh Mila, bahwa seakan-akan dunia hanya milik berdua dan orang lain hanya pengganggu saja. Semakin lama, Mila, semakin pandai mencuri waktu, hanya untuk sekedar bertemu dengan Arip diluar rumah dan semakin pandai bebohong. Lama kelamaan, keluarga Mila pun tau dan mereka tidak suka dengan Arip. Mila pun tidak mengerti, alasan apa, Mereka tidak setuju, begitu mengetahui Arip. Mila pun semakin marah dan semakin berulah dengan sikap keluarganya, hingga akhirnya mila pun jadi susah untuk diatur.
Mila dan Arip pun semakin akrab dan saling mengenal satu dengan lainnya, namun Dia tidak juga menembak Mila, karena Dia juga masih takut dengan keluarga Mila. Akhirnya cinta itu terpendam dengan rapi di hati mereka masing-masing, tanpa ada yang tahu bahwa mereka saling mencintai dan saling menyanyangi. Cerita cinta Mila pun tersimpan rapi, tanpa ada yang mengetahui sedikitpun, namun mereka tetap komunikasi seperti teman biasa.
Hingga akhirnya, waktu yang di tunggu-tunggu pun datang dengan sendirinya. Gerak Jalan Sehat yang diadakan oleh Kelurahan, tempat Mila tinggal, dimana Semua Warga Satu Kelurahan ikut, dan Mila pun ikut bersama teman-teman Kakak Mila, juga termasuk Arip. Mila pun bercanda penuh tawa bersama teman-teman Kakaknya, sebelum acara dimulai. 5 menit kemudian, acara pun dimulai dan Mila tetap bersama teman-teman Kakaknya dalam satu barisan kelompok. Ditengah jalan, tiba-tiba Arip pun mengahampiri Mila dan Dia dengan berbasa-basi untuk mengalihkan perhatian, hingga akhirnya, Dia pun menyatakan cintanya kepada Mila dengan senyum bahagia, Mila pun menerima cinta Dia dengan tersenyum malu.

1 komentar:

Zilian Zahra mengatakan...

cerita bersambungkah? atau tamat? guud dech... tapi aku belum merasakan klimaksnya yang bikin "ngeh" nich... hhehehe

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates